Jumat, 10 Maret 2017

Pesona Langit Jingga

Pada suatu hari nanti, aku ingin mengajakmu pergi. Menemui kepala-kepala baru. Menghirup aroma-aroma baru.

Melangkah di jalan yang belum pernah kau temui. Bercengkerama bersama orang-orang yang baru kau kenal.

Berbincang tentang berapa harga bibit jagung dan padi. Merunduk bersama para petani, membantu mereka bercocok tanam.

Lalu sore harinya akan kuajak kau menyeruput teh manis hangat sambil memandangi langit senja yang merekah merah.

Kemudian saat kau sedang menganga oleh pesona langit sore yang pukau setelah letih seharian bekerja, aku akan mencuri kecup pipimu yang tak lagi dibalut kosmetik jafra.

Mendekatlah nuy... Akan kuberi tau kepadamu apa yang lebih rona dari senja.

..........???

Ya, rona itu adalah senyummu yang ceria saat mengingatkan aku bagaimana caranya jatuh cinta.


Sebab, semu merah pipi naturalmu jauh lebih mempesona dari langit senja.



Kamis, 02 Maret 2017

Lelah itu seperti...

Lelah itu mungkin seperti membesar-besarkan hati dengan harapan-harapan yang tak pasti.

Lelah itu mungkin seperti nahan debar rindu sendiri. Sementara dia yang begitu amat dirindukan sama sekali tak menyadari.

Lelah itu mungkin seperti berbesar sabar buat nunggu. Berusaha nahan perasaan saat mencintai diam-diam.

Lelah itu mungkin seperti ngerawat rindu yang menggigil kedinginan. Ngehadapin pengabaian dalam cinta diam-diam.

Lelah itu mungkin seperti nunggu seseorang yang begitu dirindukan. Sementara dia tak pernah tau ada saya yang diam-diam memperhatikan.

Lelah itu mungkin seperti ngerawat rindu yang udah tebel ngebiru. Sementara waktu tak berbaik hati dalam memberi 
kesempatan untuk temu.

Lelah itu seperti…. memperjuangkan cinta sendirian.